Wednesday, April 16, 2014

Aku, Kalian, dan Sepiring Perdebatan

Suara tahlilan dari mesjid masih nyaring terdengar. Isya baru saja tiba dan akan tinggal hingga penghujung malam. Kontras dengan suara lantang yang mengumandang dari corong masjid, kamar kecil tempat aku mengurung diri tetap dengan suasana yang sepi dan sunyi.

Sembari mengunyah biskuit coklat, aku menjelajahi akun facebook dan mendapati salah satu grup chat di inbox dengan riwayat chat yang panjang. Tak perlu ditebak, sudah jelas siapa tersangka yang menghuni grup tersebut. Walau tidak penasaran, aku membuka grup chat dan memeriksa hal apa yang mereka ributkan malam ini. Setelah bermalam-malam absen membuat onar karena disibukkan oleh tugas praktikum dan begadang ria mengetik laporan, ternyata aku rindu juga dengan celoteh kacau mereka.

Ah, ternyata Kak Mei yang membuka forum dengan meneriakkan curhat sekaratnya; Weekend travelling. Aku mengerti, aku mengerti --tanpa sadar mengangguk-angguk sendiri dan mencomot biskuit lagi--. Semenjak praktikum di hari senin dan ditimpa dengan tugas presentasi mata kuliah lainnya, Kak Mei memang terlihat menyedihkan. Postur kurusnya terpaksa diajak begadang dan hasilnya kantung mata yang sangat visible menambah atribut ketika ia presentasi siang tadi, membuat aku tidak tega bertanya dan diam-diam berdoa semoga mata kuliah tersebut cepat usai.

Tapi tak berapa lama setelah melontarkan ajakan jalan-jalan, Kak Mei menghilang. Aku curiga ia telah lelap di kamarnya, memimpikan abang di fakultas seberang jalan. Sementara kekacauan di grup chat masih belum terselesaikan. Ya, ini adalah forum leaderless group discussion. Seseorang melontarkan ide namun tak ada seorang pun yang bertanggung jawab untuk mengambil keputusan ataupun dipercaya untuk menarik kesimpulan. Menyatukan banyak ide dari sepuluh kepala itu susah guys! Apalagi yang melontarkan masalah tidak bertanggung jawab; lempar masalah sembunyi badan (ampun Kak Mei).

Nah, mari selidiki sudah sejauh mana perdebatan di forum. Ternyata masih jalan di tempat. Meributkan tujuan perjalanan namun tidak jalan-jalan. Yeah, that's a common sense in this group, rapatnya tak kunjung sampai pada kesimpulan, setiap argumen akan terbantahkan dan biasanya setiap anggota akan stuck ketika dimintai ide, seolah tempat wisata di kawasan Banda Aceh - Aceh Besar hanya segelintir saja. Well, sepertinya kita harus rajin-rajin membuka peta denah wisata, girls!

Hey, Kak Mei masih belum balik juga? Bahkan ibu Dina sudah datang. Personnel lainnya juga kemana? Hanya beberapa butir yang nampak masih menyalakan lampu hijau. Menyusul kak Mei kah? Sementara stok biskuit coklat semakin menipis, aku tak tahu harus membahas apa lagi.

Nah, nah. Agenda jalan-jalan agaknya akan batal. See? weekend pada sibuk semua. Tak hanya susah menyatukan ide, tapi merapatkan sepuluh orang in person di luar jadwal kuliah memang hampir-hampir mustahil, kecuali kita punya keterikatan lain di luar kampus, debut sebagai girlband misalnya.

Jum'at gotong royong, sabtu walimahan, minggu juga. Ayo guys! Cari celah di sela kegiatan itu. Bagaimana kalau kita masak-masak aja?
Bikin gorengan or bake a brownies :D 
Awak sih berharapnya nonton Dina seleksi :D

Tuesday, April 8, 2014

SORROW NIGHT

“It's so lonely without him...” You mumbled lowly, didn't dare to raise your voice louder and let the others know what you were saying.

You looked around and sighed. Relatives are gathering. There are many people in your house that night, but the athmosphere was quiet and heavy, as if no one present. You studied their facial expression; no one curve a smile, no words uttered. Only the rythme of each others breathe and the sound of clock tickle that could be heard. You sighed again, heavier this time.

If only he is here... you whine in your mind, missing your father presence. Your father was really good at lifting up the mood. He is a caring and loving person, who always success brighten up the gloomy aura of everyone around him. Unfortunately he wasn't there that night, and you couldn't make him there.